Sejarah Rengginang Tradisional
Sejarah Rengginang Tradisional
Apa itu Rengginang?Rengginah adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari beras ketan dan dibentuk bulat lalu dikeringkan dengan cara dijemur seharian,dibawah sinarmatahari itupun kalau cuacannya panas kalau cuacanya tidak panas atau musim hujan makan penjemuran rengginang bisa sampai dua hari atau bahkan tiga hari bagai mana cuacanya, lalu setelah dijemur dan kering barulah digoreng menggunakan minyak yang sudah dipanaskan sebelumnya.
Rengginang merupakan makanan khas tradisional Jawa Barat yang bahan dasar utamanya adalah beras ketan. Kenapa makanan ini disebut dengan “Rengginang” karena konon katanya ada yang ingin membuat tape ketan tapi makanan tersebut harus menggunakan ragi untuk fermentasi. Namun ragi yang dibutuhkan untuk membuat tape tersebut hilang entah kemana dan tidak bisa ditemukan. Sehingga ketan yang sudah di kukus sebelumnya dijakan bentuk bulat pipih. Sejak pencarian ragi tidak ada si orang yang ingin membuat tape tadi langsung berbicara dalam Bahasa sunda dan dia mengucapkan kata “ nyiar ragi teu meunang” artinya mencari ragi tidak ketemu atau tidak dapat juga,s ejak saat itulah makanan tersebut menjadi sebutan “Rengginang” .
Makanan ini dikenal dengan simbol persatuan dan kemakmuran.hal tersebut karena rengginang terbuat dari berasketan yang dikukus sehingga menjadi lengket satu sama lain dan tidak mudah terpisah. Begitupun dengan kehidupan keluarga kita harus seperti rengginang tidak mudah terpisah. Rengginang merupakan makanan faforit yang selalu ada di saat momen lebaran idul fitri, biasanya rengginang lebaran identic dengan kaleng khong guan karena orang tua zaman dulu kalau lebaran suka menyimpan rengginang di kaleng khong guan itu atau di kaleng biscuit lainnya tapi dizaman sekarang rengginang di tempatkan di toples yang berukuran besar. Rengginang meliki 4 varian yaitu rengginang ketan hitam, original, terasi udang, dan rengginang manis.
Komentar
Posting Komentar